Kaleidoskop tahun 2009

By pitzputz

30 Desember 2009

Tag:

Category: meracau

Leave a Comment »

Kamis, sehari menjelang tahun baru. Rasanya sangat pas untuk memutar kembali kaleidoskop kehidupan ku satu tahun ini, ya lebih tepatnya mungkin bermuhasabah.

Awal tahun, Januari 2009
detik2 jelang kelahiran si buah hati, semua menanti dengan hati berdebar. Ku teringat Pa, beliau sempat sakit beberapa hari, namun seketika sembuh sama sekali tepat pada hari dimana dedek lahir ke dunia. Yaa..seolah-olah Pa lah yang menggantikan sakit ku waktu itu. Terima kasih sangat Pa..bahkan justru engkau yang turut berempati, meski terkadang diri ini lebih mengutamakan Ma daripadamu.

Pebruari 2009
hari2 penuh dengan euforia menjadi ibu baru..smua orang sedang bersuka cita, bergegap gempita, merayakan datangnya cucu perempuan yang tlah lama dinanti. begadang sampai hampir sebulan penuh, aku, sang suami, Ma, dan Pa, bergiliran tanpa henti. Betapa lelah badan tua itu setelah sekian lama mengurusku, namun masih pula terbebani dengan buah hatiku. Ahh..sungguh nikmat menjadi bagian dari keluarga cemara ini. Ma, Pa, sungkem kami untuk kalian berdua yang telah mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan tanpa balas jasa.

Akhir Maret 2009
kembali menekuni pekerjaan setelah 2 bulan terlupakan, even beberapa kali mendapat kiriman kerjaan dari si bos, ‘suasana cuti yg kondusif sgt produktif utk mengerjakan lembur ‘ katanya. Hmmm kupikir benar saja, bertumpuk2 modul mampu ku selesaikan dlm waktu tak sampai 1 minggu, lebih awal dari deadline. Peluk ciumku untuk mu sayang, terima kasih mau menggantikan popok bayi kita disaat aku menyelesaikan tugas2 dinas itu.

Medio April 2009
Dikejutkan dengan adanya surat keputusan yg dtg tiba2, Mutasi kerja. Terima Kasih bos, atas kepercayaan yg telah diberikan sehingga aku ditempatkan d posisi yg tak semua orang mampu melewatinya.

Awal Mei 2009
Masa transisi dan adaptasi dengan pucuk pimpinan tertinggi. Wajah baru, tempat baru, etos kerja baru. Berharap agar mampu menjadi manfaat bagi sesama rekan walau terkesan masih amatiran.

Medio Juli 2009
Tak selamanya hari ulang tahun dimeriahkan dengan kue tart dan lilin warna warni, hanya ucapan selamat dan untaian doa yang saling kita berikan..semoga yang demikian itu lebih berkekalan ya sayang, selamat ulang tahun untukmu pun untuk diriku.

Akhir September 2009
Lebaran yang seharusnya menjadi ajang peleburan dosa, ternyata menjadi sebuah mahakarya sejarah yang paling mengerikan untuk ku. Mata pelajaran yang amat berharga yang harus ku tebus selama jenjang karier pekerjaan ku. Ternyata madu itu tak selamanya manis, dan kopi pun tak lagi terasa pahit. Ku rasa aku harus belajar lebih banyak lagi dalam menghadapi tirani.
Medio Oktober 2009
Lagi, melangkah dalam ketidakpastian putusan. Namun aku harus bersikap wajar dan profesional, betapapun sebuah wayang, akan tetaplah patuh dalam kepiawaian tangan seorang dalang. Dan ku rasa akupun harus begitu..manut dan nurut pada yang punya wewenang. Benar memang, tak ada yang pasti dalam setiap perubahan, karna yang pasti adalah perubahan itu sendiri.

Awal Nopember 2009
Akhirnya aku menikmati profesi sebagai seorang pramu, atau pelayan tepatnya. Hal ini terasa begitu menyenangkan mengingat begitu banyak asa yang masih dan akan tertanam di pundak ku. Ma, Pa, Sang Suami, serta Dedek tentu berharap ingin melihatku lebih dari sekedar ini, pantang untuk menyerah. Serta merta batinku pun menjerit, Aku Pasti Bisa!

Penghujung Desember 2009
Sebuah pencapaian dengan standar nilai cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Namun aku sangat menyukainya, teramat sangat. Ternyata hidup ini memang begitu indah, terlampau indah malah, hingga banyak sekali nikmat yang luput dari kesadaran kita. Berulang kali diri ini harus diingatkan untuk selalu bersyukur.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan???

Sekarang, kaleidoskop macam apa yang akan anda putar setelah ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: