#ngimpi jilid 2

By pitzputz

8 Januari 2011

Category: meracau

4 Comments »

Pernahkah kau merasa, bahwa hidupmu adalah juga hidup seseorang? Bahwa nafas pun terasa tak nyaman untuk dinikmati saat mengingat nafas yang satunya?

Tok..tok..tok…ada suara mengetuk. Larut malam, pintu sudah aku kunci dua kali. Lampu teras depan juga sudah ku padamkan. Siapa gerangan yang bertandang malam-malam?

Tok..tok..tok…ketukan masih terdengar. Tapi tunggu sebentar, sepertinya kali ini terasa begitu dekat, bukan seperti biasa. Suara tak berasal dari pintu depan, namun dari jendela kamar. Jantungku mulai tak berirama, mereka-reka sesiapa yang sedang menunggu diluar sana?

Tok..tok..tok…mulai terdengar tak sabar, seperti memaksa. Sedangkan bisu bertalu-talu, tiada suara manusia, hanya gedoran menulikan telinga. Sebaiknya aku beranjak, coba mengintip lewat lubang angin di atas jendela. Samar, tapi kurasa aku mengenali…yaa sesosok itu sepertinya dirimu.

Tanpa sadar kakiku sudah berjingkat menuju ruang tamu, lalu berusaha sepelan mungkin membuka pintu. Gagal, kunciku macet, mungkin patah pengaitnya. Namun terus saja kuputar sambil menggerutu, sedang tangan-tangan kita hanya mampu beradu dibalik kayu.

Baiklah mungkin memang tak semestinya bertemu, maka teruskanlah langkahmu. Taruh kembali sekeping hatiku dimuka pintu, dan jangan lagi kau bawa sebab kau tahu ada pemiliknya.

Dan malam masih saja datar, tak ber-rembulan, tapi seseorang tadi sudah melangkah, menjauh dari situ.

..
Pulang.

*sssstttt ini rahasia, jangan sampai sebelah jantungku curiga.

Iklan

4 Responses to “#ngimpi jilid 2”

  1. hayooooo…siapakah dia….ow..ow…siapa dia….

    • jangan bilang-bilang sama semua orang, ini rahasia cuma antara kamu dan aku *joget-joget ala TQLA* hahah..ini beneran kok, sumpah (beneran fiksi maksutnya) *ngeles*

  2. alirkan terus kata katamu, agar menjadi lautan kalimat indah warna warni. yakinlah bahwa semua pasti akan terus kubaca. dan disini kubuat sebuah perahu kertas warna merah muda, kutiup agar menuju ke arahmu. meski aku tahu …jarak akan membuatnya basah…dan dia pasti tenggelam sebelum sampai di jarimu. tapi itu lebih baik, agar tak sempat kau baca aksara yang kutulis dan kutitipkan di lambung perahu itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: