Rush Hour

Tiin..Tinn..suara klakson menulikan telinga, terlihat wajah-wajah panik seperti telah lenyap kesabaran, mereka sedang terburu waktu. 5…4…3…wuuusss kendaraan sudah banyak yang dipacu, padahal merahpun belum usai merona berganti warna, lantas mengapa kalian seperti dikejar peluru?

Sering mendapatkan suasana seperti ini? saat pagi atau sore hari menjelang orang berangkat ke kantor atau hendak kembali ke rumah. Para pengendara motor baik roda dua atau empat sudah seperti raja jalanan saja. Ugal-ugalan, selalu inginnya duluan. Kalau pas berhenti di lampu merah yang tidak ada marka pembatas jalannya, pasti banyak pengendara motor yang memenuhi jalan melewatin marka, sampai-sampai yang hendak melintas di jalur berlawanan menjadi tidak bisa. Lebih parahnya, banyak dari kita yang sewaktu berhenti di lampu merah itu roda motor/mobilnya menginjak jalur zebracross, dan kemudian para pejalan kaki yang berniat akan menyeberang jadi berjalan zigzag *apaan ini?*. Tidak dipungkiri sebagian besar dari kita, banyak yang pernah memaki, gini contohnya “Dipikir jalan raya milik nenek moyangnya apa, sampai-sampai pada enggak peduli hak pengguna jalan lain” hahaha hayoo ngaku, pasti pernah gitu kan? *ngangguk-ngangguk setuju*. Sebenarnya sederhana, yang ada dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana agar tidak sampai terlambat datang ke kantor atau sekolah. Sebab kebiasaan orang kita adalah, kalau masuknya jam tujuh, berarti setengah jam sebelumnya baru berangkat, sedangkan mereka tahu pasti bahwa jarak antara rumah menuju ke kantor tidaklah dekat, belom lagi kena lampu merah 5 kali, dan tiap lampu merah lamanya 3 menit *pengalaman pribadi penulis*. Lha trus, masa sih hobi tergesa-gesa kok dipelihara, saya tanya apa enaknya coba? Kenapa tidak berangkat jam enam? asik bisa santai, udara juga masih bagus-bagusnya. As simple as that. Yaa kalau memang sudah berniat dalam hati tidak ingin terlambat, harusnya ya mbok jangan berangkat pas injury time gitu lah, mustinya kan kalau sudah tahu bakalan macet di jalan ya jadwal berangkatnya itu yang dimajukan, jangan naik kendaraannya dingebutkan *bahasa apa ini, dingebutkan?* Sehingga tidak akan sampai membahayakan para pengguna jalan yang lain gitu, biar sama enaknya khan?

Ceritanya pernah dalam satu hari itu saya jatuh dari motor sampai dua kali, haha kelewatan banget kan, masa ditabrak kok sampai dua kali. Ini sebenarnya saya yang nekat belajar motor apa orang lain yang seenaknya sendiri sih *garuk-garuk kepala, gatal soalnya hehe gak penting *dipentung*. Jadi gini, pada suatu pagi hari yang cerah dan matahari sedang bersinar hangat, saya berangkat ke kantor dengan hati sangat ceria *sambil nyanyi-nyanyi kecil* eeh tiba-tiba saya tuh nabrak orang (lho tadi katanya ditabrak? *bingung*) yang tiba-tiba belok arah tapi tidak bilang-bilang, yaa maksud saya tidak menyalakan lampu sein gitu. Nah kebetulan khan memang jalannya nikung gitu, dan tanpa diduga-duga *ceillee bahasanya* ada sepeda motor yang nyelonong, motong jalur saya, yaa otomatis saya nubruk saja hehehe *kaya kopi aja, tubruk*. Walhasil saya sukses jatuh guling-guling di tengah jalan. Sebenarnya sakitnya tidak seberapa, tapi malunya itu lho bok…duuuh pengen taruh kardus di muka deh rasanya. Trus yang kedua itu pas siang harinya, jadi ceritanya saya mau menyeberang jalan, kebetulan jalannya itu satu arah, jadi sudah otomatis saya menengok ke arah kendaraan mau lewat kan, nah pas jalannya sudah sepi gitu khan saya langsung nyeberang, tapi gak tahu tiba-tiba… BRAAAKKKK saya ditabrak sama anak ESEMPE yang coba melawan arah. Haduuuh parah banget kan itu anak? mau marah jelas tidak tega dong, nanti disangkanya cuman beraninya sama anak kecil *tetep abis itu jalan lagi sambil nangis* wakakakakkk.

Jadi sering kali kita sebenarnya sudah sangat hati-hati, tapi ternyata orang lain seenaknya saja, padahal jelas-jelas akan berakibat sangat fatal. Yaa intinya nih ya, mari kita peduli sama pengguna jalan selain kita, biar semua selamat, sehat wal afiat. So, SAVE YOUR LIFE WITH SAFETY RIDING .

Iklan

2 Responses to “Rush Hour”

  1. lha kalau saya nabrannya binatang sampai dua kali pitz…hahahah..nabrak anjing sama kambing….pokoknya yg berakhiran ing..ing..paan coba…jangan sampai aja nabrak kucing…atau lainnya lagi…

    • yeah kesian dong…maksudnya hewannya bukan orangnya *dipentung* kalo orangnya sih ndak masalah to mw guling2 (secara emang bakat halang rintang) ahakakkkk….*dipentung lagi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: