Bunuh Diri di Meja Makan

Whatttt? colesterol 271, ah yang bener? kamu kan masih muda ini?

Iya beneran, jadi kebetulan pas hari Sabtu kemaren iseng banget saya cek darah di lab, and see…hasilnya benar-benar diluar dugaan sodara-sodara. Saya dengan usia yang masih belia ini -twenty somethinglah- sudah kelebihan lemak. Padahal kalau dilihat dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya #eh badan saya ini langsing se langsing-langsingnya *hmm tolong, itu yang disebelah sana jangan ketawa ya, ga terima apa saya bilang langsing?* yaa walaupun sudah emak-emak, tapi sini orang kan selalu menjaga penampilan, iya toh? jadi biar kata saya sudah punya anak, tetap punya body sexy jali kaya Nia Ramadhani *hey kamu, dibilangin jangan ketawa juga, ngeyel. saya ini langsing tauk!*.

Oke serius. Orang bule sono pernah bilang “You are what you eat”, jadi kalau kita kena kolesterol atau diabates, pasti karena kebiasaan makan kita yang mengakibatkan keduanya. Tahu ga sodara, ternyata sebagian besar yang kita makan adalah ‘perpanjangan tangan’ dari jagung (kalori). Tidak percaya? saya kasih tahu nih, penjelmaan dari jagung itu terdapat pada beberapa olahan makanan, misalnya: krim kopi, yoghurt, buah kaleng, kecap, permen, adonan kue, wafel, sirop, soda, mayones, margarin dan mentega bahkan vitamin. Jadi hampir 1/4 produk yang ada di swalayan itu sebenarnya mengandung jagung yang punya kalori tinggi. Maka tidak dapat dipungkiri jika obesitas kini menjadi bagian dari epidemi. Wow, ternyata ketidak cerdasan kita dalam memilih makan mampu menggiring kita pada kematian secara perlahan. Istilahnya (kalau ga salah) dilematis omnivora, dimana disatu sisi kita mampu menkonsumsi sebagian jenis makanan di alam, namun di lain sisi kita harus memutuskan apakah itu aman untuk dimakan *cieecieee…tumben bahasannya tinggi ini*

Trus, apa yang musti kita lakukan?

  1. Sederhana saja, yang perlu diingat adalah makanan merupakan sumber energi untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Jadi proses makan harus dilakukan dengan cara yang benar, yaitu mengkonsumsi sesuai dengan kebutuhan kalori. Misalnya gini, kalau gerak kita banyak nih, maka makanan yang dibutuhkan harus sehat serta banyak unsur kalorinya juga, tapi kalau gerak kita kurang, maka makannya yaa  jangan berlebihan. Kebiasaan buruk kita selama ini adalah mengkonsumsi makanan yang hanya memanjakan lidah, tapi tidak bagus untuk tubuh karena kurang mempertimbangkan unsur gizi. Jadi, mulailah membiasakan diri dengan menu makanan dengan gizi seimbang.
  2. Hindari makanan cepat saji serta pemakaian minyak berulang yang membuat kalori serta asam lemak jenuh pada makanan amat sangat super duper tinggi, serius! Jelas dong, ini sangat membahayakan kesehatan, karena jika dikonsumsi terus-menerus, akan mengakibatkan kolesterol tinggi yang kemudian memicu penyakit jantung koroner. Disamping itu, kalori yang berlebihan juga akan menyebabkan insulin lemah yang membawa kita pada diabetes.
  3. Jangan lupa untuk merutinkan olah raga.

Well…tentu saja melakukan perubahan dan perbaikan gaya hidup sekaligus merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, dan saya termasuk salah seorang yang sangat sulit untuk merubah gaya hidup hehehe. Maka saran saya sih, mari melakukan secara perlahan dan mulai dari hal yang paling mudah, yang penting kudu KONSISTEN, karena perubahan yang dilakukan bertahap biasanya akan bertahan dalam jangka panjang dibandingkan perubahan yang drastis.

Jadi setelah melalui pertimbangan yang mendalam, salah satu resolusi 2011 ini adalah perubahan gaya hidup dan MARI HIDUP SEHAT!!

Iklan

4 Responses to “Bunuh Diri di Meja Makan”

  1. Iya… iya…, percaya.. Emang masih langsing dan cantik kok… tapi kenapa kolesterolnya segitui ya? #gaknyambung

    • secara, saia itu nda pernah milih2 makanan buw, mw daging, ayam, gorengan ayuhh aja..padahal olah raga cuman pas hari jumat di kantor *ebuset* itupun sebulan cuman 2 kali wkwkwkwkkk #eh

  2. kolestroladalah lemak dalam darah, jadi gak mesti org gemuk, mlemak ini jauh lebih berbahaya di bandingkan lemak dibawah kulit ( org yg gemuk )

    BTW … tq ya udah follow …

    • eh iya ya…saia baru insaf skarang. jadi tar klw abis makan yang berlemak, malamnya saia harus minum obat *parah* heheh…makasyi udah mampir *cipika-cipiki* eniwey saia add link-nya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: