Hujan vs Pelangi

By pitzputz

1 April 2011

Tag: ,

Category: meracau

6 Comments »

Tak selamanya segala yang tersembunyi di dalam hati, tersangkut di ujung lidah, berlari-lari di pojok kepala, bisa dengan mudah terucapkan dengan bantuan pita suara sebagai kata-kata. Kadang kala ada beberapa yang akhirnya hanya bisa lagi dan lagi terpendam, meski ingin sekali diungkapkan, ingin sekali dipahami.

Lelaki hujan. Dingin, datar, nyaris tanpa suara. Dunianya hening, sahabatnya bercerita hanyalah rumus dan angka, hitam putih, monokrom. Baginya cinta bukanlah puisi, coklat atau rangkaian bunga, namun seperti halnya rumus matematika, ketika Aku + Kamu = Kita. Begitu sederhananya.

Perempuan pelangi. Makhluk verbal yang selalu menginginkan untaian kata agar jatuh cinta. Dunianya multi warna, mejikuhibiniu. Baginya cinta layaknya bunga, dirawat, disiram, dipupuk hingga kuncup dan mekar kelopaknya.

Ahh sayang sekali, betapapun kuat mereka mendamba, namun pelangi hanya datang selepas hujan menghilang. Lelaki hujan dan perempuan pelangi, keduanya tak pernah mampu bergandengan tangan.

Iklan

6 Responses to “Hujan vs Pelangi”

  1. wahai perempuan pelangi, hidup memang kadang aneh juga. Sepasangpun kadang tanpa bersentuhan, kerna alasan yg kadang adil ataupun kadang juga terasa tidak adil. Tapi terima sajalah lelaki hujanmu, kerna mungkin kalian memang bisa dinamai ketika sepasang.

  2. Huaa..mbak..bagus banget perumpamaannya.suka..suka..suka.. ^_^

    lelaki hujan dan wanita pelangi..pasti ada waktunya mereka bertemu dilangit cinta..hanya mata kita tak jarang luput dari pemandangan indah mereka 🙂

  3. aku suka tulisan ini.. 🙂
    aku suka hujan dan pelangi…

    jadi ingat seseorang .. 😦

    *mewek…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: