Badaiku hilang…

By pitzputz

30 April 2011

Tag:

Category: meracau

7 Comments »

Jiwaku mendadak penuh gemuruh, jerit-jerit hingar yang memecah dan berdentum-dentum riuh menggema menulikan telinga. Ribuan berlarian turun naik di sekelilingku, ber rebut dengan peluru yang dimuntahkan berdesing-desing seperti hendak mencari mangsa. Kemudian tiba-tiba saja senyap seperti tertelan gelap..yang bersisa hanyalah remah-remah lemah bercampur pekat, nyaris tak ada suara.
Lalu terkadang seperti ada yang tiba-tiba saja meruah tumpah, merayap, membanjiri kepala. Tak sanggup ditampung bahkan dengan puluhan bejana raksasa berpantat ganda. Lantas seperti hampir mau meledak saja rasanya ketika dipaksa untuk dijejal kembali ke otak semula, dikawal jampi-jampi mantra serta berkawan kembang tujuh rupa.
Dilain waktu, terasa bagaikan dihujam lading berkarat tepat di ulu hati, yang kemudian dicerabut kasar hingga ke tepian ari, dan ditusukkan kembali, lagi, dan lagi berkali-kali.

Arghh seolah duniaku mendadak gila, tapi bukan…sepertinya bukan duniaku, kukira hanya aku yang jumpalitan menggila. Meski tentu tak sepenuhnya, namun lebih baik kau anggap saja benar, agar tak perlu banyak tanya, habis pula perkara.

Kembali, roh ku meraung mencekik nyaris sekarat, sedang warna-warni di sekelilingku memucat dan perlahan-lahan memudar. Duh Gusti…pertanda apakah lagi ini? Ketika tiba-tiba saja ia serasa melesat melayang, terombang angin terus meninggi tak tergapai tangan. Sesaat kemudian menyangkut di atap menara, bersama tujuh bayi kenari yang tengah berkidung menyambut mentari. Nyanyi mereka melafal doa, dan tarinya menggumam pinta, indah penuh harap hingga mengusir nestapa.

Perlahan dingin memenuhi pundi-pundi hati, ternyata aku tidaklah seorang, ini masih tentang banyak hal yang pantas jika diupayakan, tentu saja ketimbang merutuki nasib sendiri. Akhirnya kini aku sadar Tuhan, terkadang segalanya tak berjalan sesuai angan, maka jika ini adalah awal kisah hidupku, aku akan memulainya dengan segenap ikhlas ku.

..dan pelangi pasti akan datang setelah hujan menghilang…

Iklan

7 Responses to “Badaiku hilang…”

  1. ah, bukankah kau tahu bahwa kalimat sering menemukan maknanya ketika kesedihan datang. itulah sebabnya kenapa dalam badai kita akan mengingat hal hal yang paling berharga saja yang kita miliki ; ada Tuhan….ada kewajiban yang belum tunai…..juga barangkali hal hal yang kita sesali. tapi pasti juga ada hal yang tak bisa mati dalam badai sedahsyat apapun, namanya adalah harapan. ah anak manis …..ingin rasanya selalu bisa memelukmu, terutama ketika badai sedang datang…juga saling menguatkan hati…..tapi aku tahu itu hanya harapan ….yang memang akan selalu kubiarkan hidup….sebagai isyarat yang menandai bahwa : aku pernah mencoba menghubungkan bathinku kepadamu…meski dengan cara yang amat pedih…..”

  2. Memulai sesuatu dgn hati yg ikhlas & selalu ingat pdaNya. Tuhan tidak akan meninggalkan umatnya yg percaya padaNya. Sesulit apa pun pasti akan terlewati jika kita serahkan semua padaNya. Salam 😀

  3. terkadang segalanya tak berjalan sesuai angan, maka jika ini adalah awal kisah hidupku, aku akan memulainya dengan segenap ikhlas ku. << asik baca ini nya….. aminnnnn….

    salam 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: