Laki-laki Kecil ku…

By pitzputz

18 Mei 2011

Category: fiksi

28 Comments »

Tangis melengking kembali terdengar. Entah sudah berapa kali aku terbangun malam ini setelah mendengar jerit pilu yang menyayat hati. Agaknya seminggu terakhir ini aku mulai terganggu dengan suara tak bersahabat itu, yang membuatku mendadak tuli, hingga habis sudah saraf waras ku jika tangisan itu terus menari-nari di rongga telinga.

Maka meski berat hati aku paksakan mata agar mau terbuka, lalu dengan malas-malasan ku hampiri makhluk kecil itu. Oh Tuhan…ingin sekali ku cekik leher laki-laki kecil ini hingga ia hilang nyawa, atau terus saja ku biarkan ia menangis sampai nafasnya habis. Betapa memuakkan ketika memandang wajah yang sangat mewarisi ketampanan ayahnya itu, Lelaki yang kini ku benci separuh usia hidupku. Ahh, lagi-lagi niatan itu urung aku lakukan, kembali mengingat perjuangan tanpa lelah ketika ingin sekali rahim ku berbuah. Lalu kini ia benar-benar ada dihadapanku, namun sungguh aku sama sekali tak menghendaki bayi kecil ini, bukan dia yang selalu ku pinta hadir di tiap sujudku.

Maka ingatkan aku jika suatu masa tiba-tiba saja lupa, bahwa aku harus memastikannya tumbuh hingga kelak dewasa, meski tiap kali menatapnya aku seperti menahan perih yang terus mengiris, atau seperti sedang menonton adegan-adegan penuh nafsu menggila menggelora yang menyeret logika, hingga kemudian meninggalkan nanah membara di dasar jiwa.

Sebab dia – laki-laki kecil yang tidak lahir dari rahim ku itu adalah anak dari perempuan yang tidur dengan Suamiku.
*

p.s. Kisah nyata dari sahabat perempuan yang sedang remuk hatinya.

Iklan

28 Responses to “Laki-laki Kecil ku…”

  1. Sungguh pedih rasanya tak bs terbayangkan πŸ™‚ Wanita mn yang sanggup menerima keadaan spt ini.

  2. Haduhh…merinding disco saya mba….*jd ingat postingan sy juga*hiks..

    Semoga keluasan hatinya menambah cinta Allah padanya…

    Turut prihatin 😦

  3. hem rasanya saya mengelus dada membaca kisah di atas.. semoga laki-laki kecil itu tidak menjadi korban

  4. ngeri ahh bayangkan saja ku tak sanggup pitz….semoga perempuan berhati mulia itu diberikan kekuatan…iman dan diberikan kesabaran yang lebih…amin….

  5. Duh awal baca kok, kayaknya sadis banget baby nangis kok didiemin. ndak taunya… smoga temannya mendapatkan kekuatan dan ketabahan ya mbak.

  6. bukan salah ibu mengandung tapi salah ayah menaruh burung…. hloh kok…. bahaya ne…

    saya berdoa semoga diberi kesabaran… aamiin

  7. Hmm … que serra in serra – yg terjadi terjadilah, namun kita jangan terombang-ambing oleh fatamorgana itu 😦

  8. sebuah dilemma telah terjadi … uraikan dgn bijak πŸ˜‰
    bagaimanapun ‘sang laki2 kecil tdk berdosa – dia anugerah yg suci yg semoga berada ditangan perempuan mulia … πŸ™‚

  9. Sedih bgt sih, tp semua itu kan bkn dosa si kcl, jd jgn pernah membenci dia.
    apapun ceritanya ia tetap laki2 kcl yg tak berdosa.

  10. Assalamualaikum,
    ya Alloh…… merinding aku membaca kisah sahabat itu, semoga Alloh memberikan kesabaran dan keikhlasan hatinya untuk melalui semua itu….. ^__^

  11. All : Amin YRA…trima kasih atas doa dari teman2 semua, Alloh Maha Baik pasti akan memberi segala yang terbaik untuk hambanya, semoga diijabah ya *terharu*

  12. pedih banget, perselingkuhan itu. emang kemarahan orang tua juga bisa berakibat fatal pada anak2. tragis

  13. duh…rasanya gimana ya tuh..
    kalo aku mungkin bisa kurus kering karena tiap hari terbayang hal2 yg bikin hati hancur…

  14. Sebuah kisah yang mampu membuat wanita manapun tersayat hatinya… Membayangkannya saja udah perih…
    Sungguh kuat wanita itu jika dia dapat bertahan hidup bersama anak itu.

    Hai Non… apa kabar? Maaf ya baru sempat mampir lagi.

  15. ouuww …masih laki2 kecil itu … πŸ˜‰
    kapan ‘apdet ttg ‘laki2 dewasa? …hehehe … πŸ˜›

  16. benar-benar remuk redam hatinya.. gak bisa terbayangkan deh, jangan sampai mengalaminya. mudah2an dia tabah ya mbak..

    *bagus penulisannya πŸ™‚

  17. smg sahabat itu diberikan kekuatan hati dan tetap ikhlas.. menjalani semuanya

  18. pasti pahalanya banyak kalo perempuan itu bersabar…

  19. ALLAHHUAKBAR, miirs banget ya mbak, evi sendiri mungkin tidak sanggup menerimanya. Sakit begitu dalam, moga teman mbak diberikan kesabaran dna ketabahan mengahdapi ini semua. bagaimanapun juga ia bayi yang tak berdosa, bila ia boleh meminta, ia pun tak mau dilahirakn dr hasil perslingkuhan

  20. pahalanya berpangkat-pangkat***
    heheheee…

  21. Nggak bisa mbayangin terjadi pada kita ya, Mbak. Mulia bener kalau bisa menerimanya dengan ikhlas.

  22. kisah nyata, wawww sungguh berat untuku menjalaninya tanpa ada keikhalasan untuk membesarkan bayi yang tidak berdosa itu…

  23. Owhh – bener2 masih laki2 kecil … πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: