Tarian Hujan…

By pitzputz

29 Juni 2011

Category: meracau

16 Comments »

Hey kamu, yang pernah menghilang begitu saja, kini kembali hadir nyaris tanpa pertanda, tanpa duga. Dan seperti biasa, kau tak pernah alpa membawakanku sekantong penuh aroma tajam bernama kenangan, kepingan-kepingan mozaik yang berserakan untuk ku susun dan ku rekatkan. Namun tak mengapa, itulah yang selalu memaksaku untuk berulang mengenangimu, merinduimu layaknya candu. Kamu, yang kini datang perlahan disaat mentari merangkak pergi, membuatku merasakan suka cita luar biasa, hingga rela berlama-lama menyampir di jendela, berdetik-detik tanpa kedipan mata. Ya, menemuimu adalah kenikmatan bagiku, ketika ribuan jarum perak yang turun seperti saling berlompatan menggoda untuk ku punguti, enggan terserap ke bumi.

Lalu aku dan kamu menari kuyup kebasahan, dalam Hujan Bulan Juni…

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

*terinpirasi oleh hujan yang mengendap-endap menyapa senja

Iklan

16 Responses to “Tarian Hujan…”

  1. wuiihhhhh … puitis banget …. sampai2 gak ada celah utk ‘berbantah dgmu … nice

  2. namun dlm siraman air hujan bulan juni sepasang naka manusia bercengkrama mesra,
    bagaikan tak ada orang lain ditaman itu selain mereka berdua … hmm … πŸ˜‰

  3. kenangan…..argh…..adakah yg lebih indah dr dia….meski terkubur begitu lama oleh hujan dan air mata…dia akan selalu ada dan setia…..muncul dalam setiap helaan nafas yang tersisa…

    dan rinai hujan di bulan juni…
    menyanyat dan mengiris relung hati
    bersama dengan saat dia pergi….
    selamanya menghadap Illahi Rabbi….

    ( Pussy pitz……smg dia tenang di sana y….hiks…)

  4. selamat malam sahabat,
    akhirnya menemui rumahmu lagi,ahh rindu….
    maaf untuk kemalasanku Blogwalking..padahal rindu membaca tulisan indah seperti ini hanya saja kadang waktu bgt rumit dan mood kerap kali naik dan turun.

    apa kabar shbt,…? ingatkah padaku ?

  5. weitss puitis nih, ga ngerti maksudnya

  6. wewwww… gooooooooddd..!!! :))

  7. Selalu saja ada sajak Hujan Bulan Juni… saat bulan Juni menyapa…
    Karya Sapardi yang ini sepertinya memang luar biasa dan sulit utk dilewatkan begitu saja.

    Tulisanmu makin matang… rajin2lah menulis Neng… Aku suka membaca tulisanmu.

  8. Tarian keringat saat terik dong… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: