Ruang Rahasia

By pitzputz

5 Juli 2011

Category: meracau

9 Comments »

Cukuplah selintas, tak cemas akan berlebih,
menelusur manik matamu bersamaan jabat hangat,
menghadirkan gelitik,
menggelenyar pada jalinan sistem syaraf.
 
Lagi,
tatap mata tak terduga berhasil memporak-porandakan hati,
gumpalan darah yang sekuat tenaga ku pertahankan kokoh,
roboh pada bidaknya,
puing-puing terserak pada mata kaki,
menancap, dan mengalirkan warna merah.
 
Sensasi kali ini jauh lebih bersemangat,
dan aku tak kuasa menolak,
sebab kamu,
dosa termanis yang tak sanggup ku matikan,
sekalipun dengan lading berkarat yang ditikamkan.
Iklan

9 Responses to “Ruang Rahasia”

  1. lagi polin in lop yah 😀

  2. wowww – meraahhhh …. 😉
    dimana-mana merah – merah tak bertepi …. 😛

  3. lading yang malang – sudah terlantar berkarat pulak,
    dan kini dihunjamkam membawa dosa termanis … 😦

  4. merah muda : rona pipi dan warna gaunmu when the first time kujabat tangannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: