Bukan Senin Malam Biasa

By pitzputz

29 Agustus 2011

Category: meracau

6 Comments »

Bukan senin malam biasa,
bunga api hias beraneka warna berkelap membingkai cahaya,
muda, dewasa, tua, semua terjaga, berkoloni meronce cerita,
“aku pulang, Emak”
jauh-jauh datang dari tanah orang, setelah lama tercerai masa,
hilang payah, lunas terbayar sudah.

riuh, haru, tawa membahana, meski kadang terselip pula air mata,
mengingat usaha yang tak mudah untuk mencapai rumah,
kau tahu, jalanan tak lagi sederhana, kian ramai, penuh pikuk,
sepertinya semua berlomba ingin menjadi yang pertama memeluk bunda, rindu aroma keluarga.

malam ini bukan senin malam seperti biasa,
ketika bongkahan sesal mulai mengendap, mengaku khilaf,
selama ini ternyata aku menyia-kannya begitu saja bulan mulia, terlalu sibuk mendunia,
mempersiapkan keping-keping harta untuk membuat bangga orang desa,
malu rasanya, seolah tak pernah benar-benar mampu menahan seperti yang sudah didawuhkan para alim ulama,
“mohon ampun, aku”
semoga Tuhan Yang Maha Baik memberi kesempatan untukku membilas noda yang masih tersisa.

akhirnya, bukan senin malam biasa,
beduk dan kentongan tak jadi ditalu,
kata bapak-bapak di langgar, bulan muda belum tergaris, ternyata lusa barulah harinya,
sekumpulan bocah bergamis yang sedari tadi berbuncah semangat kini tertunduk lesu, entah mengapa harus ada beda,
yang mereka tahu, bahwa lebaran sekali lagi harus tertunda.

Iklan

6 Responses to “Bukan Senin Malam Biasa”

  1. Pitz … 😉
    Walau lebaran harus tertunda – mohon maaf dari saya utkmu tetap diluncurkan ke desa emakmu – tempatmu memeluk bundamu nan penuh aroma suka cita plus rindu sanak famili dan tetangga. Nice … 😛

  2. lebaran hanya sebuah perayaan. yg penting ibadah kita.
    minal aidzin walfaidzin yaaa.. mohon maap lahir batin 😀

  3. Bismillahhirrahmannirrahim
    Ambil daun jalin ketupat,
    ketupat dijalin daun kelapa,
    andai jari tak dapat berjabat,
    tapi kata masih bisa berucap…
    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
    Taqobbal Allahu minna wa minkum
    Minal aidin walfaidzin
    Mohon maaf lahir & bathin – Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: