(siapa bilang) menikah itu bahagia

Dengan atau tanpa menikah : akan lebih baikkah hidup? Atau lebih buruk?

Apakah bahagia itu sama dengan menikah? Atau menikah itu sama dengan bahagia? tak jarang aku ragu jika dongeng itu benar adanya πŸ™‚

Bagiku pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang dimana kita akan belajar untuk saling mengenal dan saling melengkapi. Tempat dimana saya dan pasangan akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kami manusia yang lebih baik.

Sedangkan bahagia itu adalah sesuatu yang dirasakan, syukur Alhamdulillah kalo bisa dibagi bersama yang lain. Bahagia itu buat saya datang dari rasa syukur atas semua yang telah Allah SWT berikan kepada saya dan orang-orang terkasih. Bahagia itu datang dari ke ikhlasan saya menerima segala pencobaan, kesakitan, penderitaan, air mata, sedih, mengambil hikmah dan pelajaran supaya tidak terjerembab di lubang yang sama. Bila tidak saya akan terus berada di circle yang sama terus-menerus sampai saya tau hikmahnya. Bisa menerimanya dengan legowo, itulah kebahagiaan buat saya.

Jadi menikah atau belum menikah atau bahkan tidak sekalipun, selama manusia masih bernafas dan bernyawa yang namanya masalah, ketidakbahagiaan itu pasti akan selalu ada dalam hidup kita. Apalagi menikah, masalah bisa jauh lebih numpuk dibandingkan pada saat kita masih sendiri. Menyatukan dua kepala untuk bisa melalui satu jalan yang sama itu bukan hal yang mudah. Hingga yang seringkali terjadi adalah kita akan menyukai dan membenci sekaligus dalam satu waktu, dalam sebuah paket yang tak terpisahkan. Dan itu, kau tahu, sangat menyakitkan, teramat sangat.

Ku pikir, menyempurnakan kebahagiaan dengan saling setia dalam pernikahan, mungkin itu yang menjadi kuncinya. Tak perlu terlalu risau akan proses yang menyakitkan, karena layaknya ujian kenaikan kelas, semua proses memang terasa sangat MELELAHKAN, namun harus tetap kita upayakan untuk menjadi sempurna. Belajar berkompromi dengan kesesakan itu tak akan mudah, sebab kau tahu, proses ini akan terasa menyakitkan !! namun aku menjamin kebahagiaan akan kekal dan menjelmakan kedamaian hati, ketika kita sudah berhasil melebur menjadi satu tubuh, satu raga dan satu jiwa.

Seperti yang pernah saya dengar, orang bijak bestari bilang “Tak ada pernikahan yang benar-benar sempurna, yang ada hanyalah belajar mencintai ketidaksempurnaan itu dengan cara yang sempurna”.

p.s. ternyata kita masih perlu banyak belajar, benar begitu kan Sayang? πŸ˜‰

Iklan

17 Responses to “(siapa bilang) menikah itu bahagia”

  1. Lhooo kok berpikir begitu? Sudah merasakan menikah ya? Saya gak tahu nih… πŸ˜€

    Harusnya sih kalo orang sudah menikah merasa lebih bahagia ketimbang saat sebelum menikah… πŸ˜€ Ini semua kembali ke masing2 orang, apakah mereka menikmati hidup mereka apa nggak. πŸ˜‰

    • itulah dia, mau kawin atawa kagak, yang namanya masalah itu sukanya bikin kita jadi ngrasa gak bahagia (jarang banget orang bisa langsung metik hikmahnya, kebanyakan itu masi sebatas teori doang), jadi tinggal gimana sikap kita dalam menyikapinya aja, dibikin hepi ya oke, dibikin sedih ya manusiawi sih πŸ˜‰

  2. Wah.., kali ini serius banget postingannya, neng.
    Tapi…, perenungan yang bagus juga.
    Begitulah hidup, tak selamanya bagus dan indah… demikian juga pernikahan.
    Tapi semua itu akan mengajari kita utk makin menghargai apa yang sudah kita punya kan?
    Salam utk semua ya..? πŸ™‚

    • iya nih, asli kaget juga pas udah kadung dipublish, berat euy πŸ˜‰
      ternyata…proses ‘perkenalan’ itu tak cukup hanya dalam bilangan bulan bahkan satu atau sepuluh tahun, tapi hampir seluruh sisa usia, jika kita benar-benar ingin belajar bersamanya πŸ˜€ wew hebat ya mam…

  3. pernikahan itu – Cinta Kita Berdua, tidak perlu diungkapkan lagi (seperti ‘pacaran) dalam kata-kata,, tetapi Cinta Kita Berdua, harus dirasakan & bisa membuatmu nyaman dalam kebersamaan…. πŸ˜›

    • bagiku menikah itu bukan hanya cinta berdua, tapi bisa bertiga, berempat, berlima atau berdua belas tergantung seberapa banyak nanti kamu punya anak hehe πŸ˜€

  4. pitzputz … “jangan menikah karena cinta, karena ketika cinta itu habis, maka apa lagi yang dipertahankan… tapi menikahlah karena Allah SWT, karena cinta kita pada-Nya adalah kekal…”

  5. Met Lebaran ya mbk πŸ˜› Smoga diberikan yg terbaik sm Tuhan πŸ™‚

  6. Setujuuu, bahagia datang dari rasa syukur. Menikah pasti bisa mendatangkan kebahagiaan, asal bermula dari niat yg baik, saling setia, dan tentu saja saling menjaga…

    Oh iya, saya pernah denger, rezeki beberapa orang menjadi lebih lancar setelah menikah. Entah ada hubungannya atau nggak, hehe….

    Salam πŸ™‚

    • saya idem nih, innamal ‘amalu binniyat πŸ˜‰ dari awal niatan yang baik kemudian mengupayakan kebaikan itu dengan istiqomah, insyaalloh akan mendatangkan kebahagiaan πŸ˜‰

  7. Postingannya kelas berat nih.. Tapi bagus untuk direnungkan πŸ™‚
    (siapa bilang) menikah itu bahagia*

    *coret yang di dalam tanda kurung aja deh..biar sugestinya bagus gitu..hihi

    salam kenal πŸ™‚

  8. nice thought. it’s not that easy. it’s tough. thumbs up for any couples there that could stand their marriage till the end of their life.

    i want to be one of them. aamiin πŸ™‚

    semangat !

  9. Menurut akang sih nikah itu memBAHAGIAkan koq..apalagi kalo boleh nambah he he he (jangan bilang2 istri akang ya!!!!)…salam kenal!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: