Langit, bibir dan (s)pasi

By pitzputz

9 November 2011

Category: fiksi

7 Comments »

Gerimis tadi malam masih tersisa di langitku,
pucat – putih abu-abu mengangkasa.
Persis sama dengan bibirku yang untuk kali kesekian sengaja tak ku beri pewarna,
kusam tanpa perona.

Maka kau pun boleh pura-pura tak mengaku,
jika akuan-ku nantinya membuatmu malu.

Tapi cukuplah sepintas saja,
untuk yang terakhir kalinya,
arahkan bola mata itu kearahku
Tentu kau melihatnya bukan?
merah muda tak lagi berwarna di bibirku,
tepat disaat kau memutuskan untuk berlalu dan berhenti mewarnai hariku.

Ahh..selamat pagi yang bermendung semuanya, lelapkah tidur kalian semalam?

Iklan

7 Responses to “Langit, bibir dan (s)pasi”

  1. bibirmu pucat? galau telah menyelimuti hati mu kawan,
    namun hatiku terobati oleh senyum tipismu 😉

  2. begitukah ‘sikonmu kini kawan?
    hatiku ikut trenyuh dibuatnya …;)

  3. kenapa tulisanmu akhir-akhir ini selalu sama dengan keadaan hatiku ya..? senasib kah..?
    kau ngintip isi kepalaku ya, Pitz..?

    *kacau galau dah..*

  4. berkunjung sob..salam kenal.sukses ngeblog-nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: