Diam

By pitzputz

7 Desember 2011

Category: fiksi

5 Comments »

ku pasrahkan bulir air yang tumpah bersama hujan yang membawa basah,
terjebak di ujung diam, sementara kepala penuh sesak, ribuan mendesak terucap,
sepi berganti sepi,
aku resah menunggu jawab.

Iklan

5 Responses to “Diam”

  1. kereen, singkattapi kereen kata katanya…:)

  2. dia tidak akan datang…seberapa besar pun kau merindu..:(

  3. pitz … diam itu ’emas…
    kalaulah kata itu utkku – pasti kan ku jelang … wkwkwk 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: