Menunggu Januari

By pitzputz

19 Desember 2011

Category: fiksi

4 Comments »

hampir tiba – januari,
satu tahun nyaris tergenapkan,
habis masa untuk mengenang,
cukup ya, kita paripurnakan saja kisah ini,
lelahku sungguh menguras hati,
aku berhenti, tak sanggup berkabung lagi.

(jika cara paling ampuh untuk melupakan adalah membenci, maka aku akan melakukannya, meski satu-satunya hal yang paling ku benci adalah membenci dirimu)

Iklan

4 Responses to “Menunggu Januari”

  1. ~kata ‘benci, kata yg paling ku benci … 😦
    tapi temanku bilang, ‘benar2 cinta … yang lain ngaku-in ‘benci tapi rindu 😉

  2. sebenci apapun tetap saja rasa itu masih untuknya.. 😦

    aku juga akan menutup buku tahun ini..
    semoga masih bisa terus berlari menyongsong sang mentari..
    wish me luck..!

    *itulah kenapa aku harus menutup rumah biru itu..

    • kadang memang ada satu atau dua rasa yang tidak jua luluh di telan waktu, biasanya itu dibuat oleh manusia yang mempunyai jejak panjang di pikiran kita, dan ada 2 jenis manusia yang punya jejak panjang di pikiran kita :
      1. karena dia memang teramat istimewa ..atau
      2. karena dia memang brengsek luar biasa
      dan aku gak yakin yang mana yang membuatmu bertahan dengan rasa itu 😛

      eniwei, semoga Ay benar-benar bisa menutupnya ya #peluk-peluk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: