Lost destination

By pitzputz

21 Desember 2011

Category: fiksi

2 Comments »

(diantara gerimis setengah siang yang rintiknya setengah hati)

masih dengan hati yang sama meletup-letupnya,
mengenang setiap inchi partikel kita, aku-kamu dengan perasaan yang masih sama,
sebentar-sebentar, bersua di beberapa tikungan kesempatan,
selebihnya, hidup di masing-masing sisi jalan,
dipaksa oleh bentangan yang tak layak terlewati,
rasa yang sama, ujung yang berbeda.

kita seperti hampir kehilangan akal,
tak lagi pahami apapun,
tak tau apa-apa lagi, selain hanya ingin duduk dan berhenti,
jika terasa lelah, baiknya menyerah,
sebab bertarung dengan hati sama halnya membunuh diri,
musnah, bersama kebodohan yang mengatasnamakan cinta, atau entah apapun sebutannya.

maka relakan, kisah ini berakhir tanpa pemberhentian,
tanpa kita, aku-kamu akan baik-baik saja,
takdir ini, biarlah waktu melayakkannya hingga pantas untuk dikenang,
hanya sekedarnya mengenang,
sekedarnya saja.

Iklan

2 Responses to “Lost destination”

  1. ingin merelakan..
    tapi bayangnya selalu saja menghantui ditiap sudut pandang..
    sudah takdirku untuk menangis sedikit lebih lama..

    hhhh…

    • stop trying so hard to forget, Ay…menangislah jika kamu membutuhkannya, meski kali ini sedikit lebih lama. just realize that you’ll always have friend to have and to hold, sampai waktunya tiba. waktu ketika kamu akan kembali mengingat dia – sang pembawa kenangan – dengan tertawa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: