Sebab, bidadari tidak lahir dari rahim

Tulisan inspiratif ini dibuat oleh Ning, dari blognya http://amorningdew.wordpress.com

============================================================================

Tahukah engkau dari mana asal para bidadari?
Kemari, duduklah. Aku ingin bercerita. Dengarkan pelan-pelan sebab kisah ini telah lama kusimpan. Bukan, ini bukan cerita basi, bukan pula cerita yang akan berkarat digigiti waktu. Bukan pula mitos atau legenda. Ini cerita tentang bidadari yang melahirkan para bidadari, tak hanya satu namun seribu.

***
“Bunda, rahim itu apa sih?”
“Rahim adalah negeri tempat segala kasih mengalir dari urat darah. Tempat bermain dimana kamu bisa bernafas tanpa udara dan berenang tanpa takut tenggelam.”
“Jadi, disana aku jadi burung?”
“Bukan, Sayang”
“Atau jadi ikan?”
“Tidak juga, Cinta. Ya tetap kamu apa adanya”
“Mm…Ada apa disana, Bunda?”
“Segalanya ada. Dari coklat, biskuit, gula-gula sampai es krim. Semua kamu bisa nikmati tanpa takut sakit gigi. Itu hanya cemilan, bila kamu mau saja. Sebab disana kamu selalu merasa kenyang tanpa harus mengunyah makanan”
“Tempatnya jauh ya, Bunda?”
“Oh tidak, dekat kok. Sangat dekat. Hingga detak jantung Bunda pun terdengar jelas disana”
“Kalau begitu, mari kita kesana”
“Maaf, Sayang. Bunda tidak akan sanggup kesana. Itu adalah negeri yang hanya ditempati sekali saja. Sesaat beranjak pergi tidak akan pernah ada jalan kembali”
“Bunda, dari Rahim-mu kah aku berasal?”
Bukan, Cinta. Sama sekali bukan
***

Tahukah engkau dari mana asal para bidadari?

Bidadari sebenarnya tidak lahir dari rahim perempuan. Mereka hanya singgah sebentar, bermain dan memilih kembang gula yang mereka suka. Bidadari lahir dari hati, dari tempat yang cukup luas untuk mengandung sejuta bidadari.

Rahim perempuan mungkin rinkai, tapi hati adalah lahan subur untuk tumbuhnya sayap-sayap bidadari yang mengantarkan mereka terbang ke seluruh negeri, bernyanyi suka cita melantunkan lagu cinta.

Sebab bidadari tidak lahir dari rahim, maka usah engkau risau meski lara mengerkahnya. Untailah doa dari tiap serpihan yang tersisa, kalungkan dengan bangga. Dengan atau tanpa rahim, engkau tetap seorang Bunda, tidak hanya dari satu, dua atau tiga tapi dari sejuta bidadari, tidakkah itu lebih indah?

======================================================================

Maka, Selamat Hari Ibu, untuk kalian semua, Wahai Perempuan-Perempuan hebat sepanjang masa πŸ˜€

Iklan

13 Responses to “Sebab, bidadari tidak lahir dari rahim”

  1. Ah, para bidadari … kalian selalu aku rindukan …
    bisakah aku mendapatkanmu? πŸ˜‰ … cukup 1 orang saja!!! … πŸ˜›

  2. πŸ™‚ terharu..pengen nangis..
    makasih untuk sharingnya…

    setiap hari di setiap hembusan nafasku, tidaklah pernah putus berucap bahwa suatu saat aku akan memiliki salah satu bidadari itu..selama aku masih bernafas, harapan itu akan selalu ada..

    *peyuuuuuuuuuukkk……….*

  3. maacih cintahkuuuwww….:-*
    *peyuukkkk*…

  4. Jadi pingin nangis…….

  5. Aku berpikir, akan berapa banyak bidadari yg akan aku miliki?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: