Rinduku, Senja

By pitzputz

11 Januari 2012

Category: fiksi

8 Comments »

Hari yang diam. Hujan reda, sementara saga merona di kaki langit barat teja. Lengang. Sisa-sisa hujan bergelantung di ujung genting, jatuh berdenting-denting. Senja merah, mata yang jingga, tempat segala bahagia dan duka bermuara. Mungkinkah onak begitu garang menghadang, sayang, sementara rindu telah lama kujerang? Ini adalah nafasku yang ku teteskan dalam kerasnya hatimu, satu persatu. Hatimu : sebongkah sunyi yang selalu saja gagal ku puisikan, sajak-sajak tua yang tak lagi mampu menampung air mata.

Ahhh…sampai berjumpa dalam keadaan yang lebih bersahaja, tak lagi kau berkawan duka, aku berkarib luka. Sejenak, bolehlah kau cicipi rindu di ujung benak, wanginya sudah mulai tanak.

Iklan

8 Responses to “Rinduku, Senja”

  1. Seberapa dalam kah rindunya?

    http://www.disave.blogspot.com

  2. ~senja penuh rindu yg merona merah bak ‘saga 🙂
    nicee

  3. ~pitz, yang merah bijinya ‘saga
    saga itu … @brus precatorius :lol:,

    http://abrussiana.wordpress.com/2011/12/12/brus-in-action/

  4. mantap salam knal yah….. 😆

  5. rima nya pas… saya suka sekali puisi ini.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: