M.A.T.I.

By pitzputz

17 Januari 2012

Category: fiksi

4 Comments »

Diantara deret-deret kursi yang beranjak sepi,
dua-tiga tatakan tanpa gelas,
dan puluhan puntung memelas di asbak.

Kosong.
Luka.
Ngilunya merembet ke dada,
seperti ditikam-dicerabut-ditikam-dicerabut-ditikam, berulang.

Ini tentang setengah hati yang pergi,
setengahnya lagi memilih diam,
tak memaki,
tak membenci:
hanya mati.

Iklan

4 Responses to “M.A.T.I.”

  1. Waduhhh … setengah hatimu pergi why? 😉
    sisanya memilih diam tidak membenci dan memaki …tetapi mati … hikss 😦

  2. 😀 labelnya masi fiksi ini kok…laik dis yo 😛

  3. saat itu kita pergi tidak membawa apa2 … 😉
    jangankan sebatang jarum sehelai benang pun tidak … 😀
    sangat inspiratif ….
    dan inga … inga … kawan 😛

  4. Mari bersiap-siap sebelum Izrail menyapa 🙂
    refleksi di pagi hari.
    Sebelum ini dapat motivasi sugesti positif dari blog tetangga,
    setelah itu ada refleksi tentang kematian di sini …

    Wuaaah, pagi yang segar 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: