Kunang

By pitzputz

23 Januari 2012

Category: fiksi

5 Comments »

Aku menunggumu -yang entah sampai kapan-,
bagai kunang merindu lintang,
setitik kuning layang-melayang ber-kerlap terang.

Ialah nyala: cahaya yang mampu menyapu-lenyapkan pilu, menerangi gelap hatiku
-yang kian terpenggal jarak-,
kala tak lagi aku ke kau, kau ke aku.

p.s. aku merasa kehilanganmu, beberapa waktu.

Iklan

5 Responses to “Kunang”

  1. ~menanti… entah siapa yg dinanti … 😉
    menunggu … entah siapa yg ditunggu … aahhh … 😦

  2. ~kenapa harus menunggu..? … kata lama bak empedu .. . 🙂

  3. nyalanya membawa secercah asa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: