Biarkan ingatan itu pudar, Sayang…

By pitzputz

29 Maret 2012

Category: fiksi

10 Comments »

Segaris sore, matahari bersinar rapuh, yang sesaat setelahnya menciptakan senja, melumat biru dan menjadikannya jingga, sejingga lembayung.

Aku masih sama seperti kemarin, hanya mampu menatap haru dalam magisnya aksara yang tersusun, dan bilamana ku eja satu-persatu, selalu kembali melafalkan satu nama : Kamu.

Tragisnya adalah hingga detik ini, belum usai kepayahanku mencoba berdamai dengan kerat-kerat kenangan, karena tetap berdampingan dengannya, sama halnya seperti mempertahankan hal yang telah berbeda jalan. Meski ku yakin cinta, seharusnya tak sungguh-sungguh mencipta โ€˜karenaโ€™.

Ku ingat, ketika mengagumimu itu semudah menyeruput cokelat panas, kala gerimis menghasilkan tempias di teras, serta gigil bergelut dekapmu yang hangat. Lain halnya dengan melupakanmu, tentu saja, tak semudah memuntahkannya kembali, dan berharap citarasanya akan kembali.

Lantas derai meranggas berganti terik, jika begitu, maka sampaikan salamku pada kenangan tua itu, kepulan cokelat panas, ribuan tempias, jutaan sajak dan sandiwara yang acapkali berpolah diatas nampannya. Dan kemudian, biarkan diam berbahasa.

 

Iklan

10 Responses to “Biarkan ingatan itu pudar, Sayang…”

  1. payah…rasanya aku terseok-seok melupakan sebuah kenangan usang…
    masih saja membuat hujan di dalam hati…

    apa mau dikata, sudah menyatu di dalam nada dalam degup jantungku…
    *puiihhh…* rasanya kopi pun sudah hambar saat ini…

    *) welkombek.. i miss u so much..
    kuharap dia sudah membaik keadaannya… ๐Ÿ™‚

    • kau tahu apa kesamaan kopi dan kenangan?
      jika kita menyesapnya sedikit demi sedikit,
      pahit yang terasa itu melumer berganti manis ๐Ÿ™‚

      namun apa guna mencipta gerimis dalam hati?
      hanya kian menambah miris, menambah tangis..*puihhh*

      #)alhamdulillah say, ku harap begitu juga denganmu, sebagaimana postinganku sebelumnya ๐Ÿ˜€

  2. berdamai dengan kenangan itu memang butuh ekstra kesabaran.. ๐Ÿ™‚

  3. waw… saya gak bisakomen mbak
    tapi saya mau berucap salam perkenalan, untuk coklat manis :))

  4. ~sebuah kenangan ..entah itu pahit apalagi manis or indah ..susah terlupakan ๐Ÿ˜›

  5. salam kenal dariku mbak…
    penyuka coklat panas kahh??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: